RS Pertamina-Bintang Amin di Lampung Fair

Universitas Malahayati dan RS Pertamina Bintang Amin ikut meriahkan Lampung Fair 2015 di Pusat Kegiatan Olah Raga (PKOR) Bandar Lampung.

Stand yang terletak di gedung C kompleks PKOR ini didominasi oleh sinar proyektor yang menampilkan video profil. Secara bergantian video profil Universitas Malahayati dan RS Pertamina Bintang Amin menginformasikan tentang keunggulan kedua tempat itu. Universitas dan sekaligus rumah sakit yang berada di Kompleks Malahayati daerah Kemiling Bandar Lampung.

“Selain menyediakan brosur dan memperlihatkan video profil, kami juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis,” ujar Kusumaning Ayu, Marketing RS Pertamina Bintang Amin. Selain itu Unimal juga menempatkan beberapa dosen kesehatan untuk pengunjung yang ingin berkonsultasi tentang kesehatan.

“Beberapa pengunjung sangat tertarik dengan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan gratis,” kata Wahid Triwahyudi S Kep yang merupakan dosen ilmu keperawatan Unimal. Wahid pun terlihat semangat memberitahu pengunjung yang ingin berkonsultasi tentang kesehatan.

Tak Perlu Repot Mengurus, RS Pertamina-Bintang Amin Terkoneksi Langsung dengan Jasa Raharja

UNTUK mendapatkan biaya asuransi dari Jasa Raharja, korban kecelakaan selama ini harus melakukan cara manual, mengontak rumah sakit ataupun melalui kepolisian. Namun prosedur yang jauh lebih ringkas dan mudah kini bisa didapatkan di Rumah Sakit Pertamina-Bintang Amin, Bandar Lampung.

Kemudahan ini didapat setelah pimpinan RS Pertamina-Bintang Amin menandatangani nota kesepahaman dengan Jasa Raharja di aula rumah sakit, Rabu (10/6). Penandatanganan MoU yang dilakukan Direktur RS Pertamina-Bintang Amin, dr Yuliani,  Kepala Cabang Jasa Raharja Bandar Lampung, Drs Triyugara MM AAAIK dan Direkrorat Lalu Lintas Polda Lampung yang diwakili Kasubag Anev Kompol Hidayat.

Di dalam kesepakatan itu ada empat point penting, yaitu pertama menjadi landasan meningkatkan kerjasama dalam rangka meningkatkan kecepatan penanganan korban yang mengalami kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan.

Kemudian, untuk meningkatkan kemudahan proses pendataan korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan dan penyelesaian santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan melalui pemanfaatan sistem online data.

Selanjutnya, memberikan pelayanan kepada korban kecelakaan lalu lintas untuk mendapatkan pertolongan, pengobatan dan perawatan serta santunan sesuai yang diterima oleh korban.

Terakhir adalah memberikan laporan yang cepat kepada Jasa Raharja untuk direspon dan ditindaklanjuti serta menentukan korban tersebut di jamin dan tidak dijaminnya akibat peristiwa terjadinya kecelakaan tersebut.

Triyugara mengatakan jika ada korban kecelakaan masuk IGD RS Pertamina-Bintang Amin, maka pihak rumah sakit akan langsung melakukan pencatatan yang terkoneksi ke Jasa Raharja. Kemudian pihak Jasa Raharja akan datang ke lokasi untuk memproses lebih lanjut. Korban kecelakaan atau dari pihak keluarganya tak perlu lagi repot mengurus secara manual.

“Dengan begitu rumah sakit bisa cepat menangani korban kecelakaan, sehingga tak perlu lagi menunggu keluarga atau penangung jawab korban. Sebab seluruh biaya ditanggung Jasa Raharja  dengan besaran santunan Rp10-Rp25 juta,” kata dia.[]

Mengapa Jasa Raharja Rangkul RS Pertamina-Bintang Amin?

DALAM rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya korban kecelakaan lalu lintas. Jasa Raharja Perwakilan Lampung merangkul RS Pertamina Bintang Amin, untuk bekerjasama dalam percepatan penanganan korban kelakaan lalu lintas.

“Kita buat kesepakatan dengan RS Pertamina Bintang Amin untuk penyelesaian korban kecelakaan secara terpadu,” ujar Kepala Cabang Jasa Raharja Lampung, Drs. Triyugara, MM., AAAIK dalam acara penandatanganan kesepakatan bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung, Direktur RS Pertamina Bintang Amin, hari ini.

Menurutnya, kesepakatan tersebut bertujuan mempermudah korban kecelakaan lalu lintas dalam pengurusan santunan Jasa Raharja.

“MoU ini intinya menolong korban kecelakaan. Kalau sudah ada MoU pihak rumah sakit tidak lagi menagih biaya pengobatan ke korban. Asalkan ada laporan kepolisian, Jasa Raharja yang membayar pengobatannya. Diperlukan kecepatan kepolisian dalam membuat BAP nya,” katanya.

Ia menjelaskan setiap kecelakaan lalu lintas harus dibuatkan laporan kepolisian sehingga bisa diberikan santunan. “Besaran santunan yang diberikan mulai dari Rp10-Rp25 juta,” ungkapnya. []

MoU Jasa Raharja & Polda, Ini Kata Direktur Pertamina-Bintang Amin

DIREKTUR RS Pertamina Bintang Amin, dr. Yuliani, menyatakan bersyukur atas lahirnya kesepakatan kerjasama dengan PT Jasa Raharja Cabang Bandar Lampung dan Dirlantas Polda Lampung yang diteken tadi pagi.  “Artinya ada kejelasan dalam penanganan korban kecelakaan dengan sistem terpadu,” katanya.

Penandatangan naskah kerjasama ini berlangsung di Rumah Sakit Pertamina-Bintang Amin yang dihadiri langsung Kepala Cabang Jasa Raharja Bandar Lampung, Drs. Triyugara, MM., AAAIK, dan perwakilan dari Dirlantas Polda Lampung.

“Dengan MoU ini minimal korban laka bisa mengetahui alur pengurusan santunannya. Sebelum adanya MoU ini, pihak rumah sakit pun sudah menerima pasien korban kecelakaan, namun pengurusan masih dilakukan secara manual,” kata Yuliani.

Jika ada korban kecelakaan yang masuk IGD RSP Bintang Amin, kata Yuliani, maka pihak rumah sakit akan langsung melakukan pencatatan yang terkoneksi ke Jasa Raharja. Kemudian pihak Jasa Raharja akan datang ke lokasi untuk memproses lebih lanjut. Korban kecelakaan ataun dari pihak keluarganya tak perlu lagi repot mengurus secara manual.

“Dengan adanya kerjasama ini akan sangat memudahkan pihak korban untuk mendapatkan hak-haknya. Korban yang datang ke RS, bisa langsung ditangani dengan sistem jemput bola. Jadi tidak perlu berbelit-belit,” katanya. []

Komut Pertamina: RS Pertamina-Bintang Amin Membanggakan

KOMISARIS Utama PT Pertamina, Dr Soegiharto MBA, berkunjung ke Rumah Sakit Pertamina – Bintang Amin di kompleks Universitas Malahayati, Kamis 26 Maret 2015. Didampingi Ketua Pembina Yayasan Alih Teknologi, H. Rusli Bintang, dan Rektor Universitas Malahayati, Dr. Muhammad Kadafi SH, MH, mantan Menteri BUMN ini mengelilingi rumah sakit itu.

Ia memasuki berbagai ruangan rumah sakit. Bahkan, ia menyempatkan diri ke ruang tunggu dan berbincang-bincang dengan masyarakat yang sedang mendaftar pengobatan dari BPJS. “Alhamdulillah, Rumah Sakit kita ini sudah mampu menampung rakyat melalui BPJS. Ini adalah program pemerintah yang telah mampu dilaksanakan oleh Rumah Sakit Pertamina – Bintang Amin,” kata Soegiharto.

Selanjutnya, ia juga melihat langsung sejumlah peralatan canggih yang tersedia di rumah sakit hijau ini. Di antaranya, ia melihat alat CT-Scan, alat bedah syaraf, cuci darah, dan juga alat untuk pengobatan jantung, dan sejumlah alat-alat modern yang telah tersedia di rumah sakit Pertamina – Bintang Amin.

Selain melihat peralatan, Soegiharto juga menelusuri berbagai tempat perawatan. Dan memasuki ruang-ruang inap pasien. “Semuanya bagus-bagus, melebihi dari pada apa yang saya bayangkan selama ini,” katanya. “Pertamina jelas sangat bangga bekerjasama dengan Universitas Malahayati.” []

Direktur PT Timah Tbk Berkunjung ke RS Pertamina-Bintang Amin

Kalimat itu diucapkan langsung oleh Sukrisno, direktur PT Timah Tbk Indonesia dalam kunjungannya ke Universitas Malahayati, 12 November 2015. Awalnya ia bersama tim sengaja datang ke Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin (RSPBA) untuk studi banding peningkatan kualitas rumah sakit milik PT. Timah Tbk. Namun, karena RSPBA adalah milik kampus, maka ia memilih melihat kampus hijau Malahayati dulu sebelum blusukan ke RSPBA.

“Sangat luar biasa sekali ya luas Malahayati ini fasilitasnya juga cukup lengkap terutama Perpustakaannya. Kami sudah punya rumah sakit seperti RSPBA, mungkin kelak akan kami buat institut yang berhubungan dengan rumah sakit kami entah perawat atau jurusan kesehatan lainnya. Tapi kami tak mungkin sanggup membuat yang seperti ini, bila melihat luasnya areal kampus. Kalaupun bisa ya gak mungkin satu komplek begini,” kata Sukrisno, Direktur PT Timah Tbk.

Sukrisno menambahkan, ia terkesan dengan apa yang telah dilakukan Malahayati terhadap para anak yatim binaan. Ia mengatakan niat tulus Rusli Bintang yang mendedikasikan hidupnya bagi anak yatim pasti di ridhoi allah SWT. Semua itu bisa dilihat dari perkembangan Malahayati yang begitu pesat sejak awal berdiri hingga sekarang.

Pria yang sempat bertugas di PT Bukit Asam Lampung ini juga mengatakan sekarang banyak mahasiswa yang Praktik kerja lapangan di PT Timah. Jadi mahasiswa Malahayati juga bisa mengirimkan surat pengajuan untuk magang disana.[]

Serah Terima Dokter Muda Gelombang Ketiga

SEKITAR 40 dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati (Unimal) mengikuti kegiatan serah terima koas yang diadakan di ruang diskusi koas, Gedung Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin (RSPBA) pagi ini.

Ini adalah gelombang ketiga dari kegiatan koas di RSPBA pada 2015. Setelah acara dibuka oleh Pembawa acara, sambutan dari dr. Dalfian, perwakilan dari Unimal mengawali serangkaian acara pelepasan ini.

Dalfian berharap, peserta koas mampu melaksanakan ini dengan baik dan “Tegurlah diri sendiri, bertanyalah apakah sudah siap menjadi diri sendiri,” ujar Dalfian, sebagai motivasi untuk peserta koas.

Adapun pesan dari pihak RSPBA, yaitu jangan pernah bergantung pada dosen ataupun teman, jadilah diri sendiri dan semoga menjadi pemahaman setiap menemui kasus yang ditemui saat melaksanakan koas di RSPBA.

Wajah-wajah dokter muda terlihat sangat antusias mendengarkan sambutan, yang juga nasihat dari kedua orang itu. Pancaran rona ceria dan bersemangat nampak jelas di wajah para dokter muda ini. Jas lab dan semua atribut yang mereka kenakan ditambah lagi pembawaan sikap mereka, menandakan suatu kesiapan untuk menghadapi apapun yang akan mereka hadapi nanti.

Acara ini berlangsung tertib dan berjalan 45 menit, dan ditutup dengan bersalam-salaman antara pihak RSPBA, pihak Universitas Malahayati dan Para peserta Koas. Tak lupa, Muhfarihin memimpin doa untuk melengkapi semua rangkaian acara ini.[]

Ini Pesan Dosen Linawati Untuk Mahasiswa yang Sedang Melakukan Praktik Klinik

PRAKTIK Klinik yang sedang dijalani oleh mahasiswa Program Studi Diploma III Keperawatan sudah dimulai pagi ini. Mereka melakukan Praktik Klinik di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin (RSPBA). Disana mereka akan mengaplikasikan semua ilmu, yang selama dua semester ini sudah mereka pelajari di bangku perkuliahan ke dunia nyata (masyarakat).

Teori-teori dan latihan praktik di Laboratorium kesehatan Universitas Malahayati yang sudah mereka lalui, sebelum terjun langsung di masyarakat. Hari ini hingga tiga minggu kedepan, mereka akan diuji dan dilatih kembali di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin.

Linawati (Oline), salah satu staf dosen Ilmu Keperawatan yang juga Preseptor akademik berpesan kepada para mahasiswa yang sedang menjalani praktik klinik hingga 3 minggu kedepan, untuk melakukan segalanya dengan sungguh-sungguh, profesional, dan tetap menjaga etika.

“Aplikasikan semua yang kalian sudah pelajari selama dua semester ini, lakukan yang terbaik, semua bekal sudah kami beri baik ilmu dan pedoman-pedoman, kini saatnya kalian menunjukkan kesungguhan dan hasil dari pembelajaran kalian dua semester ini, tentunya tetap berlaku profesional dan beretika,” ujar Oline. []

Kunjungan Direktur Bank Aceh ke RS Pertamina-Bintang Amin

Direktur Utama Bank Aceh, Busra abdullah kembali meninjau fasilitas Universitas Malahayati, Kamis 27 Agustus 2015. Ia ditemani Rektor Universitas Malahayati berkunjung ke Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin.

Setelah puas berkeliling di RSPBA, ia dan tim bersama Rektor Kadafi menyempatkan diri berkunjung ke Laboratorium fakultas Kedokteran sambil berbincang mengenai fungsi daripada Lab. Kedokteran sendiri. Antusiasme kembali diperlihatkan Busra saat masuk ke ruangan penelitian , ruang praktek dan replika posyandu yang biasa digunakan para mahasiswa Fakultas Kedokteran untuk berlatih.

Seakan tak mengenal lelah, Busra kembali melanjutkan safarinya ke Gedung Rektorat Universitas Malahayati, ia langsung ke Ruang MEU dan melihat-lihat Smart Class Room dan terus berkeliling. Ia pun sempat mengambil beberapa foto sebagai bukti antusiasmenya yang begitu besar saat melihat fasilitas yang dimiliki Universitas Malahayati.

Busra juga berharap bisa mengunjungi Malahayati untuk melihat perkembangan dan kemajuan di masa akan datang. []